Prioritas tinggi
| Area | Kondisi | Dampak |
|---|---|---|
| Credential provider | Credential shipping dan automation ditemukan di source | Risiko kebocoran dan kebutuhan rotasi |
| TLS shipping | Client cURL mematikan CURLOPT_SSL_VERIFYPEER | Integritas koneksi provider tidak terjamin |
| Authorization API | Banyak route tidak memakai middleware auth yang jelas | Endpoint dapat terbuka lebih luas dari yang dimaksud |
| Environment frontend | resources/js/global.js memiliki environment runtime yang perlu diverifikasi | Build dapat memakai URL service yang salah |
| Shared order lifecycle | Tanggung jawab order tersebar dengan dazoapp | Perubahan lokal dapat menyebabkan status tidak sinkron |
Correctness
- Response token preview valid masih menggunakan HTTP 401.
- Flow draft/preview dan published memakai dua controller yang berpotensi mengalami logic drift.
- Route catch-all dan positional parameter membutuhkan workaround yang mudah rusak saat route berubah.
.env.exampletidak sepenuhnya mencerminkan suffix variable database aktual.- Endpoint yang dipanggil komponen chat/operasional tidak seluruhnya tampak pada route API saat ini.
Maintainability
- Cart state masih terbagi antara Pinia, localStorage, dan component.
- Collection MongoDB tidak memiliki migration lengkap sebagai schema contract.
- Controller storefront dan checkout berukuran besar sehingga perubahan perlu dilakukan pada bagian relevan saja.
- Changelog memiliki referensi historical repository yang tidak selalu mencerminkan identitas saat ini.
Testing gap
Test aktif belum menunjukkan coverage memadai untuk:
- published store dan custom domain;
- preview token dan expiry;
- product slug dan live product filter;
- cart, checkout, rollback, dan payment status;
- shipping destination dan cost calculation;
- reserved path serta route catch-all;
- SSR rendering.